Follow Now......!

Minggu, 21 Agustus 2011

Optimisme Hidup Demi Kemuliaan

Semua orang sepakat jika hidup di dunia ini memang hanya sementara. Tapi ini bukan berarti kita harus pasrah untuk menyerahkan hidup kita dalam lingkungan penderitaan. Kita pasti bukan orang yang pesimis yang hanya yakin jika penderitaan bukanlah apa-apa setelah kematian menjemput.
Kita diberikan kemuliaan oleh tuhan untuk berpikir dan berusaha menjadi yang terbaik. Kesejahteraan dan kemuliaan hidup bukanlah mustahil bagi orang yang optimis.
Hidup akan lebih berarti dan akan terasa lebih panjang jika kita bersedia untuk memuliakan sesama, berbagi kebahagiaan dan mensejahterakan diri kita. Disitulah letak kemuliaan manusia dibandingkan mahluk tuhan lainnya.
Rela menanggung derita  karena tidak ada pilihan lain bukanlah pilihan bijak. Penderitaan dan kesengsaraan akan memuliakan kita dengan sendirinya.

Ketika tanpamu

Di sekelip cemasku yang
mendalam
Terselip kerinduan yang
mendalam
Pada gelisahku yang kian
gusar
Cemburu di hatiku mulai
terbakar
Cemas dengan
ketiadaanmu
Rindu akan kehadiranmu
Gelisah menanti
kedatanganmu
Cemburu tak menentu
Duhai kau insan
tersayang
Jauh pergimu ke tanah
seberang
Menyisakan bayangmu
dalam bingkai kenang
Akankah engkau segera
pulang ??
Cemasku membias curiga
Cemburuku kian
membara
Sedang rinduku
mengharap
Semua itu hanya
prasangka
Wahai insan tercinta
Bilakah kau rasa apa
yang kini ku rasa
Ketika tanpamu waktuku
berlalu hampa
Adakah kan datang suatu
masa untuk kita kembali
bersua

Do'aku

Aku meminta kepada Tuhan untuk
menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
tu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi
agar kau mengalahkannya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menyempurnakan kecacatanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan
hanyalah sementara.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan;
itu tidak dihadiahkan, itu
dipelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat.
Kebahagiaan adalah tergantung
padamu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari
perhatian duniawi dan
membawamu
mendekat padaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menumbuhkan rohku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya
sendiri, tetapi Aku akan memangkas
untuk
membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Tuhan segala
hal sehingga aku dapat menikmati
hidup. Tuhan menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup,
sehingga kau dapat menikmati
segala hal.
Aku meminta kepada Tuhan
membantuku mengasihi orang lain,
seperti
Ia mengasihiku.
Tuhan menjawab ... "hmm........
akhirnya kau mengerti.

Bungaku...

Bungaku...
~: Ku habiskan waktu hanya 'tuk bersama bungaku
Meski kuharus lalui jalan berliku
Meski terkadang kuterkena duri-duri tajam
Namun akhirnya kudapat nikmati indahnya
Walau dengan bayang yang terhalang oleh jarak
Tapi kini bunga yang kusayang berada diantara jurang
Aku yang berusaha melewati tebing-tebing terjal
Kini terjatuh dalam kehampaan
Ku harus mencoba berdiri 'tuk melangkah
Walau ku tahu ku tak mampu melewati tebing curam itu
Disini, dimana aku benar-benar terjatuh dilembah kehampaan
Sekuntum bunga tersenyum kepadaku
Aku yang masih terluka
Ternyata dia-lah yang mampu membasuh sembuhkan lukaku
Meski ku hanya merasakan sakitnya luka
Tapi ku bisa sedikit merasakan manisnya madu
Aku tak tahu apa yang kulakukan
Tapi aku mencoba berdiri 'tuk berjalan
Meski aku harus tertatih-tatih karena sakitnya luka ini
Meski ku tak nyakin
Mampukah bunga ini menggantikan bungaku yang hilang
Semoga rasa ini terhanyut oleh arus waktu
Yang kan membawanya pergi jauh
Ku harus mencoba merawat bunga ini
Meski butuh waktu lama
Sampai terbentuk rangkaian bunga yang indah
Hingga tercium semerbak harum wangi bunga
Saat itu ku takkan merasakan lagi
Sakitnya luka ini