Follow Now......!

Sabtu, 05 November 2011

Cita - cita mu apa..?

 Cita - cita mu apa..?
Malam hujan, gemericik air di luar, hembusan angin, nyanyian indah kesunyian, kureguk sempurna, aroma tanah basah, daun basah, ranting basah, alam basah. Hening malam, kulihat diriku di balik jendela kamar, basah, bermain bersama bulir – bulir air yang tampak menetes dari kejauhan malam. Kusibak tirai jendela, kuperhatikan, aku menari bersama hujan dalam kegelapan malam, kemana saja kau hujan selarut ini baru datang..? aku bisa saja mati kedinginan bermain hujan di tengah malam, atau kau sengaja datang larut untuk mengusir nyamuk – nyamuk nakal, dan memeluk dingin mimpi – mimpi peraduan, akh, apalah alasannya tak jadi soal, aku senang kau datang, sehingga aku tak perlu kipas angin untuk mendinginkan ruang kamar, dan mengoleskan autan.


Kulihat tubuhku kembali pada kenyataan, diam menatap layar putih, dengan kursor yang berkedip – kedip mencuri pandang, belum ada satu pun kata disana, KOSONG. Secangkir kopi menghangatkan malam, kureguk nikmatnya kopi buatan sendiri, mencoba menyenangkan hati, bolehlah sekali – kali, toh beberapa kawan sudah coba menguji dan mencicipi, dan hasilnya cukup teruji. Mungkin suatu hari, boleh juga punya warung kopi sendiri, tempat berkumpul kawan – kawan pecinta seni, atau siapa pun pecinta kopi. Aku tersenyum, geli sendiri, MIMPI..!!


Kembali pada kenyataan layar putih yang masih kosong, yang mungkin sedang menanti sedari tadi, untaian kata kutorehkan di halaman putihnya. Aneh, saat kebanyakan manusia berlomba – lomba memuluskan dan memutihkan kulitnya, layar ini malah menanti kucoret – coret sebanyak - banyaknya, atau bahkan kalau perlu kuberi warna. Akh, pikiran liar alam bawah sadar yang sembarangan, mungkin aku sudah edan, memikirkan hal – hal yang tidak masuk akal, khayal. Yah namanya juga berimajinasi, mimpi, bukannya ini jam nya bermimpi..? Bermimpilah sebelum mimpi itu dilarang, kenapa musti takut..? Wong ga bayar, jadi teringat pertanyaan yang sama dari seorang kawan.


‘Cita – cita mu, ingin jadi apa..?’ aku terdiam, berfikir cukup lama untuk menjawab pertanyaannya, dan tawanya terburai melihat wajahku yang semakin bingung melihat tawanya yang terbahak - bahak, ‘wong cuma tinggal jawab aja koq bingung, Cuma disuruh mimpi aja koq ga brani, wong ga disuruh bayar..GRATIIISS..!!’, katanya. Dan tawanya kembali membahana, tawa yang lebih mirip ekspresi keprihatinan terhadap mental manusia bangsa ini, yang mungkin sudah tak banyak lagi, yang berani punya mimpi.


Bagaimana dengan kamu, cita – citamu apa..? :)

Minggu, 21 Agustus 2011

Optimisme Hidup Demi Kemuliaan

Semua orang sepakat jika hidup di dunia ini memang hanya sementara. Tapi ini bukan berarti kita harus pasrah untuk menyerahkan hidup kita dalam lingkungan penderitaan. Kita pasti bukan orang yang pesimis yang hanya yakin jika penderitaan bukanlah apa-apa setelah kematian menjemput.
Kita diberikan kemuliaan oleh tuhan untuk berpikir dan berusaha menjadi yang terbaik. Kesejahteraan dan kemuliaan hidup bukanlah mustahil bagi orang yang optimis.
Hidup akan lebih berarti dan akan terasa lebih panjang jika kita bersedia untuk memuliakan sesama, berbagi kebahagiaan dan mensejahterakan diri kita. Disitulah letak kemuliaan manusia dibandingkan mahluk tuhan lainnya.
Rela menanggung derita  karena tidak ada pilihan lain bukanlah pilihan bijak. Penderitaan dan kesengsaraan akan memuliakan kita dengan sendirinya.

Ketika tanpamu

Di sekelip cemasku yang
mendalam
Terselip kerinduan yang
mendalam
Pada gelisahku yang kian
gusar
Cemburu di hatiku mulai
terbakar
Cemas dengan
ketiadaanmu
Rindu akan kehadiranmu
Gelisah menanti
kedatanganmu
Cemburu tak menentu
Duhai kau insan
tersayang
Jauh pergimu ke tanah
seberang
Menyisakan bayangmu
dalam bingkai kenang
Akankah engkau segera
pulang ??
Cemasku membias curiga
Cemburuku kian
membara
Sedang rinduku
mengharap
Semua itu hanya
prasangka
Wahai insan tercinta
Bilakah kau rasa apa
yang kini ku rasa
Ketika tanpamu waktuku
berlalu hampa
Adakah kan datang suatu
masa untuk kita kembali
bersua

Do'aku

Aku meminta kepada Tuhan untuk
menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
tu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi
agar kau mengalahkannya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menyempurnakan kecacatanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan
hanyalah sementara.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan;
itu tidak dihadiahkan, itu
dipelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat.
Kebahagiaan adalah tergantung
padamu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari
perhatian duniawi dan
membawamu
mendekat padaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk
menumbuhkan rohku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya
sendiri, tetapi Aku akan memangkas
untuk
membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Tuhan segala
hal sehingga aku dapat menikmati
hidup. Tuhan menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup,
sehingga kau dapat menikmati
segala hal.
Aku meminta kepada Tuhan
membantuku mengasihi orang lain,
seperti
Ia mengasihiku.
Tuhan menjawab ... "hmm........
akhirnya kau mengerti.

Bungaku...

Bungaku...
~: Ku habiskan waktu hanya 'tuk bersama bungaku
Meski kuharus lalui jalan berliku
Meski terkadang kuterkena duri-duri tajam
Namun akhirnya kudapat nikmati indahnya
Walau dengan bayang yang terhalang oleh jarak
Tapi kini bunga yang kusayang berada diantara jurang
Aku yang berusaha melewati tebing-tebing terjal
Kini terjatuh dalam kehampaan
Ku harus mencoba berdiri 'tuk melangkah
Walau ku tahu ku tak mampu melewati tebing curam itu
Disini, dimana aku benar-benar terjatuh dilembah kehampaan
Sekuntum bunga tersenyum kepadaku
Aku yang masih terluka
Ternyata dia-lah yang mampu membasuh sembuhkan lukaku
Meski ku hanya merasakan sakitnya luka
Tapi ku bisa sedikit merasakan manisnya madu
Aku tak tahu apa yang kulakukan
Tapi aku mencoba berdiri 'tuk berjalan
Meski aku harus tertatih-tatih karena sakitnya luka ini
Meski ku tak nyakin
Mampukah bunga ini menggantikan bungaku yang hilang
Semoga rasa ini terhanyut oleh arus waktu
Yang kan membawanya pergi jauh
Ku harus mencoba merawat bunga ini
Meski butuh waktu lama
Sampai terbentuk rangkaian bunga yang indah
Hingga tercium semerbak harum wangi bunga
Saat itu ku takkan merasakan lagi
Sakitnya luka ini

Senin, 25 Juli 2011

KELEMAHAN MANUSIA

KELEMAHAN MANUSIA


Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna dan melengkapinya dengan sifat yang unggul. Keunggulannya dibandingkan seluruh makhluk – sebagaimana ditunjukkan oleh kemampuan intelektualnya yang khas dalam berpikir dan memahami, dan kesiapannya untuk belajar dan mengembangkan budaya – tidak perlu dipertanyakan lagi.
Pernahkah Anda berpikir, mengapa – meski memiliki seluruh sifat yang unggul ini – manusia memiliki tubuh yang sangat rentan, yang selalu lemah terhadap ancaman dari luar dan dalam? Mengapa begitu mudah terserang mikroba atau bakteri, yang begitu kecil bahkan tidak tertangkap oleh mata telanjang? Mengapa ia harus menghabiskan waktu tertentu setiap harinya untuk menjaga dirinya bersih? Mengapa ia membutuhkan perawatan tubuh setiap hari? Dan mengapa ia bertambah usia sepanjang waktu?
Manusia menganggap semua kebutuhan ini adalah fenomena alami. Namun, sebagai manusia, keperluan perawatan tersebut memiliki tujuan tersendiri. Setiap detail kebutuhan manusia diciptakan secara khusus. Ayat “manusia diciptakan dalam keadaan lemah” (Surat An-Nisa, 4: 28) adalah pernyataan yang jelas dari fakta ini.
Kebutuhan manusia yang tanpa batas diciptakan dengan sengaja: agar ia mengerti bahwa dirinya adalah hamba Allah dan bahwa dunia ini adalah tempat tinggalnya yang sementara.
Manusia tidak memiliki kekuasaan apa pun terhadap tanggal dan tempat kelahirannya. Sebagaimana halnya, ia tidak pernah mengetahui di mana atau bagaimana ia akan meninggal. Lebih lanjut lagi, seluruh usahanya untuk membatasi faktor-faktor yang berpengaruh negatif bagi hidupnya adalah sia-sia dan tanpa harapan.
Manusia memang memiliki sifat rentan yang membutuhkan banyak perawatan untuk tetap bertahan. Ia pada hakikatnya tidak terlindungi dan lemah terhadap kecelakaan tiba-tiba dan tak terduga yang terjadi di dunia. Sama halnya, ia tidak terlindungi dari risiko kesehatan yang tidak dapat diperkirakan, tidak peduli apakah ia penghuni peradaban yang tinggi atau pedesaan di gunung yang terpencil dan belum maju. Sepertinya setiap saat manusia dapat mengalami penyakit yang tak tersembuhkan atau mematikan. Kapan pun, dapat terjadi suatu kecelakaan yang menyebabkan kerusakan tak tersembuhkan pada kekuatan fisik atau daya tarik seseorang yang tadinya membuat cemburu. Lebih jauh, hal ini terjadi pada seluruh manusia: apa pun status, kedudukan, ras, dan sebagainya, tidak ada pengecualian terhadap akhir tersebut. Baik kehidupan seorang pesohor dengan jutaan penggemar dan seorang penggembala biasa dapat berubah secara drastis pada suatu saat karena kecelakaan yang tidak terduga.
Tubuh manusia adalah organisme lemah yang terdiri dari tulang dan daging dengan berat rata-rata 70-80 kg. Hanya kulit yang lemah melindunginya. Tidak diragukan, kulit yang sensitif ini dapat dengan mudah terluka dan memar. Ia menjadi pecah-pecah dan kering ketika terlalu lama terkena sinar matahari atau angin. Untuk bertahan terhadap berbagai gejala alam, manusia harus berjaga-jaga terhadap dampak lingkungan.
Meskipun manusia dilengkapi dengan sistem tubuh yang luar biasa, “bahan-bahan”nya – daging, otot, tulang, jaringan saraf, sistem kardiovaskuler dan lemak – cenderung meluruh. Bila manusia terdiri dari bahan lain, bukan daging dan lemak, bahan yang tidak memberi jalan bagi penyusup dari luar seperti mikroba dan bakteri, tidak akan ada kesempatan untuk menjadi sakit. Bagaimanapun, daging adalah zat yang paling lemah: ia menjadi busuk bahkan berulat bila dibiarkan pada suhu ruang untuk beberapa waktu.
Untuk senantiasa mengingatkan kepada Allah, manusia acap kali merasakan kebutuhan pokok tubuhnya. Jika terkena cuaca dingin, misalnya, ia mengalami risiko kesehatan; sistem kekebalan tubuhnya perlahan-lahan “jatuh”. Pada saat tersebut, tubuhnya mungkin tidak dapat menjaga temperatur tubuh konstannya (370C) yang penting untuk kesehatan yang baik. Laju jantungnya melambat, pembuluh-pembuluh darahnya berkontraksi, dan tekanan darah meningkat. Tubuhnya mulai menggigil sebagai cara untuk mendapatkan panas kembali. Penurunan suhu tubuh pada 350C diiringi tekanan denyut nadi dan kontraksi pembuluh darah di lengan, kaki, dan jari-jari menandakan kondisi yang mengancam jiwa. Seseorang dengan suhu tubuh 350C menderita disorientasi sangat parah dan terus-menerus tertidur. Fungsi-fungsi mental melambat. Sedikit saja penurunan suhu tubuh membawa konsekuensi demikian, tetapi lebih banyak terkena cuaca dingin, yang menyebabkan suhu tubuh di bawah 330C, akan mengakibatkan hilangnya kesadaran. Pada 240C, sistem pernafasan tidak berfungsi. Otak mengalami kerusakan pada 200C dan akhirnya jantung berhenti pada 190C dengan membawa akhir yang tidak dapat dihindari: kematian.
Ini hanyalah satu dari sekian contoh yang akan dikembangkan lebih jauh pada halaman-halaman berikut buku ini. Contoh-contoh ini dikemukakan untuk menekankan bahwa disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak dapat ditawar-tawar yang membahayakan keberadaannya, manusia tidak pernah menemukan kepuasan mendalam selama hidupnya. Tujuannya adalah untuk mengingatkan pembaca bahwa manusia hendaknya menghindari kecintaan buta terhadap hidup dan berhenti menghabiskan seluruh hidupnya mengejar mimpi, dan sebaliknya, selalu mengingat Allah dan hidup yang sesungguhnya, hari akhirat.
Ada surga abadi yang dijanjikan kepada manusia. Sebagaimana akan dapat dilihat oleh pembaca pada halaman-halaman berikutnya, surga adalah tempat kesempurnaan. Dalam surga, manusia akan sungguh-sungguh terjaga dari seluruh kelemahan dan ketidaksempurnaan fisik yang mengelilinginya di bumi. Segala yang ia inginkan dapat diraih dengan mudah. Lebih lanjut, kelelahan, kehausan, keletihan, kelaparan, dan luka tidak akan ada di surga.
Membantu manusia untuk memikirkan sifat mereka sesungguhnya dan dengan konsekuen memiliki pengertian mendalam terhadap keagungan tak terbatas dari sang Pencipta adalah tujuan lain buku ini. Sebagai tambahan, pemahaman bahwa manusia membutuhkan bimbingan Allah tentunya sangat dibutuhkan setiap orang. Allah menyatakan hal ini dalam ayat-ayat berikut: (Al Fathir: 15)
http://setiawankehidupan.blogspot.com/ 

Rabu, 22 Juni 2011

Ya Allah

Ya Allah, kurniakanlah kami lisan yang lembut basah mengingati dan menyebut namaMu, hati yang penuh segar mensyukuri nikmatMu serta badan yang ringan menyempurnakan ketaatan kepada perintahMu. Ya Allah, kurniakanlah kami iman yang sempurna, hati yang khusyuk, ilmu yang berguna, keyakinan yang benar-benar mantap. Ya Allah, kurniakanlah kami din cara hidup yang jitu dan unggul, selamat dari mara bahaya dan petaka. Kami mohon kepadaMu kecukupan yang tidak sampai kami terpaksa meminta jasa orang lain. berikanlah kami iman yang sebenarnya sehingga kami tidak lagi gentar atau mengharap orang lain selain dari Engkau sendiri. Kembangkanlah lembayung rahmatMu kepada ku dan keluargku. Amin, ya Rabb...

''Bingkisan Hati''






andai boleh kumeminta,


mungkin sebatas kerinduanku terhadap setiap kalimat dalam risalahmu,


setiap huruf dari guratan pena oleh jemarimu


tersebab ketulusanmu padaku..


sungguh kurindu itu


andai boleh kumemohon..


ingin kubaca kembali untaian do’a, harapan, dan motivasi itu..


seperti dahulu…

Minggu, 19 Juni 2011

RINDUKU

KISAH HATI

Hatiku hatimu
Menjadi satu cinta
Ku rasa hadirmu menyempurnakan aku
Tapi cinta bukan milik kita
Semua harus berakhir

Cinta kau dan aku
Takkan mungkin bersatu
Untuk saat ini di dunia ini
Mungkin kita bersama
Nanti di atas sana
Biar ku setia menjaga cintamu
Selamanya
Tapi cinta bukan milik kita
Semua harus berakhir
Cinta kau dan aku
Takkan mungkin bersatu
Untuk saat ini di dunia ini
Mungkin kita bersama
Nanti di atas sana
Biar ku setia menjaga cintamu
Cinta kau dan aku
Takkan mungkin bersatu
Untuk saat ini di dunia ini
Biar ku setia menjaga cintamu
Selamanya

Belajar Lebih Bijak

Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayang, lebih banyak orang yang menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari.
Mereka tak mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Allah SWT sangat mengetahui kemampuan kita masing-masing. Ia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya.
Dan semua hal yang kita hadapi tersebut adalah bentuk pembelajaran bagi kehidupan kita agar mampu menjadi menjadi pribadi yang lebih bijak.
Hidup adalah anugerah, jalani dan nikmatilah, bersyukurlah dengan setiap hal yang kau dapatkan. Nikmatilah setiap saat dalam hidupmu, karena hidup hanya satu kali dan tidak akan terulang lagi
Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya  lagi Maha Terpuji". ---- QS. Ibrahim:8.

Selasa, 22 Maret 2011

Mengapa harus ada kecewa ?



mengapa kita sering mengungkapkan rasa kekecewaan ?
mungkin karna hasrat tak sesuai dengan harapan, harapan tak sesuai dengan realita, atau mungkin inilah sosok kita sebagai hamba-NYA yang lemah yang hanya bisa mengelauh dan mengeluh...

Mungkin, seorang penganut lesbi pasti akan berkata betapa ia kecewa dengan sosok bernama lelaki,
seorang pecandu narkoba mungkin akan berkata betapa dia kecewa pada hidup dan keluarga, dan mungkin hanya seorang yang bunuh dirilah yang tak pernah mengungkapkan kenapa dia melampiaskan rasa kecewa dengan mengakhiri hidupnya....

Yang jadi pertanyaan kita sekarang, mengapa kita sering meluapkan rasa kecewa kita ??

Padahal,
ketika kita melampiaskan rasa kecewa kita -apalagi dengan hal-hal negatif-, maka secara tidak sadar sebenarnya kita telahmengecewakan orang-orang di sekeliling kita, itu berarti kekecewaan hanya akan melahirkan sebuah kekecewaan baru, sebuah mata rantai kekecewaan yang tak berujung.

Cara efektif dalam meredam dan meminimalisir rasa kecewa kita adalah dengan berfikir positif.
Jika hari ini kita kecewa pada seseorang,
maka ingatlah oleh kita bahwa jauh sebelum hari ini sekecil apapun seseorang tersebut -sekecil apapun-pasti pernah menanamkan kebaikan kepada kita,
jika kita tak mampu untuk mengingat kebaikan orang tersebut,
maka ingatlah bahwa hidup telah begitu banyak memberikan kebaikan kita,
jika kita tak mampu juga mengingat kebaikan hidup
maka ingatlah oleh kita akan Rahman dan Rahim-NYA yang tak terhingga yang terlalu mahal kita bandingkan dengan kekecewaan kita.

Dengan itu semoga ada harapan kita menyadari bahwa ada Dzat yang mengatur hidup kita,
bahwa kita hanya menjalani peran kecil dalam kehidupan,
bahwa kita tak mungkin dan tak akan bisa mendikte hidup kita.

Semoga bermanfaat

whatever...
apapun yang terjadi hidup harus lebih baik..

Selasa, 15 Maret 2011

cinta

bila cinta adalah nafas
aku ingin hidup seabad
bila cinta adalah keindahan
aku ingin slalu memandangmu

bila cinta adalah luka
aku takkan pernah peduli betapa sakitnya
aku ingin terus mencintaimu
tak pernah peduli seberapapun pahitnya
bila cinta adalah air mata
aku akan tetap tersenyum
agar kamu tahu
aku begitu tulus menyayangimu…..

Minggu, 16 Januari 2011

DIAM'"

DIAM'"

Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang.

...Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel

Rabu, 12 Januari 2011

palapa{2010}y.wmv

HIDAYAH

HIDAYAH

Pindah agama bukanlah persoalan yang mudah karena banyak hal-hal baru yang harus ia pelajari Bagi kebanyakan perempuan non-Muslim yang memutuskan menjadi seorang muslim, persoalan yang paling rumit adalah bagaimana memberitahukan keislaman mereka pada keluarga dan orang-orang tercinta.
Tapi Sarah bersyukur, ia tidak mengalami kerumitan itu saat mengumumkan bahwa dirinya telah menjadi seorang muslimah pada keluarganya. "Saya merasa benar-benar mendapat berkah karena reaksi keluarga saya lebih baik dibandingkan reaksi keluarga lainnya dari cerita yang pernah saya dengar," ungkapnya.

Sarah Thompson yang lahir dan dibesarkan di Noblesville, Indiana tumbuh di tengah keluarga yang mengklaim sebagai penganut Kristen. Namun Sarah selalu merasa ada sesuatu yang hilang dalam kehidupannya. Ia lalu mulai mempelajari dan memperdalam agama Islam.
"Saya seperti menemukan rumah bagi rohani saya," ujarnya tentang Islam

Sarah akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat pada tahun 2008 setelah selama enam bulan mempelajari agama Islam. Ketika ia memberitahu ibunya bahwa ia kini seorang muslimah, sang ibu hanya berkomentar, "Oke, tak mengapa, apa yang bisa saya lakukan?" Ibu Sarah lalu berlalu dan kembali dengan membawakannya beberapa kerudung penutup kepala.
Tapi tidak semua orang bersikap seperti ibunya. Beberapa kerabat Sarah, bahkan ayah kandung dan ayah tirinya sulit menerima keputusan Sarah menjadi seorang muslim. Namun kebanyakan teman Sarah memberikan dukungan, meski mereka kadang berpikir bahwa dirinya sudah gila karena memilih menjadi penganut agama Islam. Apalagi selama ini Sarah dikenal sebagai seorang feminis yang fanatik.

"Saya selalu menjadi seorang feminis yang fanatik, maka ketika sahabat-sahabat saya berpikir bahwa saya sudah gila, itu artinya mereka serius mengatakan itu. Tapi pengetahuan mereka tentang Islam sangat terbatas. Mereka melihat seorang perempuan yang berjilbab dan mengenakan cadar adalah kaum perempian yang tertindas, begitulah citra yang mereka miliki," tutur Sarah.

Lucunya, ujar Sarah, ketika menjadi seorang muslimah ia justru merasa lebih terbebaskan daripada ketika ia masih menjadi seorang Kristiani. "Saya tidak merasa tertindas, tapi saya tidak merasa terbebaskan ketika masih menganut agama Kristen. Setelah menjadi seorang muslim, saya merasa lebih bebas dan merdeka. Perlakuan terhadap kaum perempuan di beberapa negara cenderung karena pengaruh budaya dan tentu saja tidak islami. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa perempuan punya hak, laki-laki juga punya hak. Kami punya hak yang sama," papar Sarah.



Ia mengungkapkan, kedamaian dalam Islam yang membuatnya tertarik pada Islam. "Islam adalah agama komunitas tapi fokusnya adalah masing-masing individu dan hubungannya dengan Tuhan. Setiap hari Anda berdoa dan berusaha untuk melakukan kebaikan. Hanya Anda dan Tuhan yang tahu, apa yang telah Anda lakukan," ujar Sarah. 

Singkat kata, seorang mu’min adalah manusia yang lebih memilih menderita di dunia asal senang di akhirat. Sedangkan seorang kafir atau munafik lebih memilih sukses di dunia walau harus berakibat masuk neraka di akhirat kelak. Seorang mu’min berprinsip: ”Lebih baik susah sekarang asal senang belakangan.” Sedangkan seorang kafir atau munafik berprinsip: ”Yang penting kita harus senang selagi bisa. Soal neraka, yah, belum tentu juga benar-benar ada.”
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengingatkan kita ummat Islam agar jangan hendaknya tertipu oleh dunia. Hendaknya selalu sadar bahwa hakikat senang dan susah adalah di akhirat bukan di dunia. Senang di dunia tidak perlu membuat kita lupa. Susah di dunia tidak perlu membuat kita berputus asa.

Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyampaikan suatu hadits yang menggambarkan salah satu episode di hari pengadilan kelak nanti. Penggambaran yang menjelaskan betapa kesenangan surga sejenak cukup membuat orang yang paling menderita sewaktu di dunia lupa samasekali akan penderitaannya. Sedangkan kesengsaraan neraka walau sekejap cukup untuk menjadikan orang yang paling nikmat sewaktu hidup di dunia tidak ingat lagi akan semua kesenangannya.

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا
قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

“Pada hari kiamat didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di dunia dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ia ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kebaikan, pernahkah kamu merasakan suatu kenikmatan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb.” Dan didatangkan orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia dari penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kesulitan, pernahkah kamu merasakan suatu kesengsaraan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb. Aku tidak pernah merasakan kesulitan apapun dan aku tidak pernah melihat kesengsaraan apapun.” (HR Muslim 5018)

Qur'an Fatihah Ayat al-Kursi Baqarah Ikhlas Falaq Nas

masa lalu adalah kenangan hari esok

Coba Dengarkan Isi hati Q ini..
Yang Tertuang Dari Kertas Putih Hati ini..
Usah Kau Ragu Akan Besarnya Cinta Q..
Dan Usah Kau Bimbang Akan Sayang Q..
Tak Pernah Kurang Sayang Yg Q Beri..
Tak Pernak Berkurang Cinta Ini..
AQ Relakan Kekecewaan Q..
AQ Pertaruhkan Harga Diri Q..
Sakit Tak Pernah Q Hirau Demi Diri Mu.. Luka..
Q Coba Simpan Perih Dan Sakitnya..
Tapi Sampai Detik Ini..
Tak Sedikitpun Kau Bisa Memahami Q..
Tak Hanya Kau Yg Pernah Kecewa..
Atau Merasakan Luka Perih Dari Cinta..
Tapi Usah Kau Bayangi Di Cinta Ini..
Tak Pernah Ada Kata Q Yg Kau Dengar..
Hingga Tlah Habis Kata Tuk Bersuara..
Kini Q Turuti Isi Hati Mu. JIka Kau Masih Ingin Pertahankan..
Cinta Kau Dan aQ..
Cobalah Mengerti aQ..
Dan Usah Bayangi Dgn Masa Lalu Mu
Jadikan kenangan hari esok

Sabtu, 01 Januari 2011

I LOVE YOU MOM

sentuhanmu selembut sutra..

pancaran kasihmu terangi hati..

langkahmu menjadi pedomanku..

kaulah naungan hidupku.

ketulusan hatimu buatku melayang..

ku begitu mencinta dan mengagumimubgitu tinggi cintaku padamu..

dalam angan tersirat bayangmu..

yang merasuk dalam sanubariku..

jiwa,hati,dan perasaan hanya tertuju padamu..

dalam denyut nadi ini mengalir darahmu ibu..

belaian tanganmu, halus tutur katamu, sehalus budi pekertimu..

cinta,kasih sayang dan perhatianmu slalu tercurahkan untukku..

begitu dalam cintamu padaku..

kaw mengajariku..

kaw mendidikku..

kaw membesarkanku..

dengan ketulusan hatimu..

ibu..

sentuhanmu..belaian tanganmu..tutur katamu..

cinta, kasih sayang, dan perhatianmu..

begitu lembut dan tulus padaku..

oh ibu, apa yg dapat aku berikan untukmu??

engkaw merawatku dari kecil hingga dewasa, engkau rela berkorban demi nyawaku, apa balasanku padamu?? 

aku tak pernah buatmu tersenyum berseri, aku slalu buatmu marah ktika aku tak patuhi perintahmu, tak hiraukan ucapanmu,awan hitam yang kelam..

menjadi indah dan terang karnamu..

engkau pelabuhan tenang..

tempat aku menambatkan perahu..dari keresahan, kegelisahan, kebimbangan, adalah hatimu ibu..

I LOVE YOU MOM

ANJING TANAH


Anjing tanah.. Liar!
Hisap jiwaku (Sampah) binatang!
Hunus nafsuku, terjerat setan!

Nafsu yang terus menjalar, menusuk nadi tak pernah
berhenti, terus kau rayu aku, Jalang!

Anjing tanah..

Kau, racun nafsu terliar
Injak kerdil jiwa
Rapuh asaku..

Anjing tanah, liar..
Tampar norma (rendah) binatang
Rajam otakku, menjerat..

Nafsu yang terus membakar hanguskan religi tanpa terhalang,
terus kau ikat aku, Jalang!

Anjing, lantang kau menyalak
Julurkan lidah liurmu
Kau nikmati panas darahku,
Kau lucuti bijak akalku
Kau nikmati panas nafsuku
Kau lucuti...